Kirim Jenazah Port to Port via Bandara Soekarno Hatta
Jakarta – Pemulangan jenazah melalui jalur udara membutuhkan persiapan yang terencana. Keluarga perlu mengatur dokumen, jadwal penerbangan, peti jenazah, serta proses serah terima di bandara. Karena itu, layanan port to port dapat menjadi pilihan bagi keluarga yang membutuhkan pengiriman jenazah dari satu bandara ke bandara lainnya.
Melalui layanan port to port, pihak pengirim menyerahkan jenazah di terminal cargo bandara asal. Selanjutnya, pihak penerima mengambil jenazah di terminal cargo bandara tujuan.
Apa Itu Pengiriman Jenazah Port to Port?
Pengiriman jenazah port to port berarti pihak cargo mengangkut jenazah dari bandara keberangkatan menuju bandara tujuan.
Dalam layanan ini, proses pengiriman mencakup beberapa tahapan, yaitu:
- Penyerahan jenazah di bandara asal.
- Pemeriksaan dokumen dan administrasi.
- Proses penerimaan cargo.
- Pengangkutan jenazah melalui pesawat.
- Penyerahan jenazah di bandara tujuan.
- Pengambilan jenazah oleh pihak penerima.
Sementara itu, layanan port to port tidak mencakup penjemputan jenazah dari rumah sakit atau rumah duka. Layanan ini juga tidak mencakup pengantaran jenazah dari bandara tujuan menuju alamat akhir.
Pengiriman Jenazah dari Bandara Soekarno Hatta
Bandara Internasional Soekarno Hatta menjadi salah satu titik utama untuk pengiriman cargo udara dari Jakarta dan sekitarnya.
Beberapa maskapai dan perusahaan cargo menyediakan layanan pengangkutan jenazah melalui terminal cargo bandara. Sebagai contoh, Garuda Indonesia Cargo mencantumkan Human Remains sebagai salah satu kategori cargo yang mereka tangani.
Selain itu, Garuda Indonesia Cargo juga mencantumkan Cargo Service Center di area Terminal Kargo Bandara Soekarno Hatta.
Namun, lokasi serah terima dapat berbeda berdasarkan maskapai dan layanan yang Anda pilih. Oleh karena itu, selalu konfirmasi lokasi terminal kepada pihak cargo sebelum datang ke bandara.
Cara Kirim Jenazah Port to Port
Proses pengiriman jenazah membutuhkan koordinasi antara keluarga, rumah sakit atau rumah duka, agen cargo, dan maskapai.
Berikut tahapan yang perlu Anda perhatikan.
1. Tentukan Bandara Asal dan Tujuan
Pertama, tentukan bandara keberangkatan dan bandara tujuan. Jika pengiriman berangkat dari Jakarta, Anda dapat menggunakan Bandara Soekarno Hatta sebagai titik keberangkatan.
Kemudian, tentukan bandara tujuan berdasarkan lokasi pemakaman atau tempat penerimaan jenazah.
2. Hubungi Agen Cargo atau Maskapai
Selanjutnya, hubungi agen cargo atau maskapai yang menangani pengiriman jenazah.
Sampaikan informasi secara lengkap, termasuk jenis pengiriman human remains, kota asal, kota tujuan, serta perkiraan waktu pengiriman.
Dengan informasi tersebut, pihak cargo dapat membantu mengecek jadwal penerbangan, kapasitas cargo, dokumen, dan ketentuan pengiriman.
3. Siapkan Dokumen
Dokumen menjadi bagian penting dalam pengiriman jenazah melalui udara.
Jenis dokumen dapat berbeda berdasarkan rute, maskapai, dan ketentuan instansi terkait. Oleh karena itu, mintalah daftar dokumen terbaru kepada agen cargo atau maskapai.
Beberapa dokumen yang mungkin diperlukan antara lain:
- Surat keterangan kematian.
- Surat keterangan medis.
- Surat pengantar dari rumah sakit atau rumah duka.
- Identitas jenazah.
- Identitas pengirim.
- Identitas penerima.
- Dokumen dari instansi terkait.
- Air Waybill atau dokumen cargo.
- Dokumen tambahan sesuai ketentuan rute.
Pastikan semua dokumen sudah lengkap sebelum membawa jenazah ke terminal cargo.
4. Siapkan Peti Jenazah
Selanjutnya, siapkan peti jenazah sesuai ketentuan maskapai dan cargo.
Setiap maskapai dapat memiliki persyaratan yang berbeda mengenai jenis dan spesifikasi peti. Karena itu, lakukan konfirmasi terlebih dahulu agar proses penerimaan di terminal berjalan lancar.
5. Serahkan Jenazah di Terminal Cargo
Setelah dokumen dan peti siap, pihak pengirim menyerahkan jenazah di lokasi cargo yang telah ditentukan.
Petugas kemudian memeriksa dokumen dan menjalankan proses penerimaan sesuai prosedur.
6. Jenazah Berangkat ke Kota Tujuan
Setelah proses penerimaan selesai, pihak cargo mengatur keberangkatan jenazah sesuai jadwal penerbangan.
Waktu keberangkatan bergantung pada jadwal penerbangan dan ketersediaan kapasitas cargo. Karena itu, konfirmasi jadwal terlebih dahulu agar keluarga dapat mengatur proses penerimaan di kota tujuan.
7. Penerima Mengambil Jenazah
Setelah pesawat tiba di bandara tujuan, pihak penerima melakukan proses pengambilan jenazah sesuai prosedur terminal cargo.
Pastikan keluarga atau pihak yang ditunjuk sudah mengetahui jadwal kedatangan dan lokasi pengambilan.
Dokumen yang Perlu Disiapkan
Dokumen menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran pengiriman jenazah.
Persyaratan dapat berbeda berdasarkan tujuan dan maskapai. Namun, pihak cargo umumnya akan meminta dokumen yang berkaitan dengan identitas, kematian, serta pengiriman.
Karena itu, jangan mengandalkan daftar dokumen dari pengiriman sebelumnya. Selalu minta informasi terbaru sebelum proses pengiriman.
Berapa Lama Pengiriman Jenazah Melalui Pesawat?
Durasi pengiriman bergantung pada rute dan jadwal penerbangan. Selain itu, ketersediaan kapasitas cargo dan kelengkapan dokumen juga dapat memengaruhi waktu proses.
Penerbangan langsung biasanya memiliki proses perjalanan yang lebih sederhana. Sebaliknya, rute dengan transit membutuhkan koordinasi tambahan.
Oleh sebab itu, tanyakan estimasi waktu kepada agen cargo sebelum memilih penerbangan.
Berapa Biaya Kirim Jenazah via Cargo?
Biaya pengiriman jenazah berbeda untuk setiap rute. Pihak cargo biasanya menghitung biaya berdasarkan beberapa faktor.
Faktor tersebut antara lain:
- Kota asal.
- Kota tujuan.
- Berat dan ukuran peti.
- Jadwal penerbangan.
- Ketersediaan kapasitas cargo.
- Biaya penanganan khusus.
- Biaya administrasi.
- Dokumen atau layanan tambahan.
Karena itu, mintalah quotation sebelum menentukan jadwal pengiriman.
Port to Port vs Door to Door
Layanan port to port dan door to door memiliki cakupan yang berbeda.
Pada layanan port to port, pihak pengirim menyerahkan jenazah di bandara asal. Kemudian, pihak penerima mengambil jenazah di bandara tujuan.
Sementara itu, layanan door to door dapat mencakup penjemputan dari lokasi awal dan pengantaran menuju lokasi akhir, sesuai cakupan layanan penyedia jasa.
Dengan demikian, port to port cocok bagi keluarga yang sudah memiliki pihak pengirim dan penerima di masing-masing bandara.
Tips Kirim Jenazah via Bandara Soekarno Hatta
Agar proses berjalan lebih lancar, lakukan persiapan sejak awal.
Konfirmasi Jadwal Penerbangan
Pastikan maskapai memiliki kapasitas untuk mengangkut jenazah pada jadwal yang Anda pilih.
Lengkapi Dokumen
Periksa semua dokumen sebelum datang ke terminal cargo. Dokumen yang tidak lengkap dapat menghambat proses penerimaan.
Konfirmasi Peti Jenazah
Tanyakan spesifikasi peti kepada pihak cargo atau maskapai. Dengan begitu, Anda dapat menyiapkan peti sesuai ketentuan.
Tentukan Penerima
Pastikan pihak penerima sudah mengetahui jadwal kedatangan dan lokasi pengambilan jenazah.
Simpan Nomor AWB
Setelah proses booking selesai, simpan nomor AWB atau dokumen cargo. Informasi tersebut dapat membantu saat melakukan tracking atau koordinasi dengan pihak cargo.
Pengiriman Jenazah Melalui Cargo Udara
Pengiriman jenazah membutuhkan penanganan khusus karena berkaitan dengan aspek kemanusiaan, administrasi, dan keselamatan penerbangan.
Sebagai contoh, Garuda Indonesia Cargo memasukkan Human Remains dalam kategori produk cargo mereka.
Karena itu, jangan menyamakan prosedur pengiriman jenazah dengan pengiriman barang umum. Pastikan keluarga mengikuti ketentuan maskapai dan pihak cargo yang menangani shipment.
Kesimpulan
Kirim jenazah port to port via Bandara Soekarno Hatta membutuhkan persiapan dokumen, peti jenazah, jadwal penerbangan, dan koordinasi dengan pihak cargo.
Pertama, tentukan rute dan jadwal penerbangan. Selanjutnya, siapkan dokumen serta peti sesuai ketentuan. Setelah itu, serahkan jenazah di terminal cargo dan pastikan pihak penerima siap mengambil jenazah di bandara tujuan.
Karena setiap maskapai memiliki ketentuan berbeda, selalu lakukan konfirmasi sebelum pengiriman. Dengan persiapan yang baik, keluarga dapat mengatur proses pemulangan jenazah secara lebih terkoordinasi.




